Memahami Cara KPR Rumah

Sunday, June 25th, 2017 - Info & Tips Rumah

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) atau lebih sering disebut dengan istilah KPR rumah adalah salah satu metode atau cara membeli rumah dengan bantuan bank sebagai penyedia jasa pembiayaan pembelian rumah KPR tersebut. Dengan membeli rumah dengan cara KPR, maka kita cukup menyiapkan uang muka pembelian rumah atau DP dan beberapa biaya administrasi KPR. Setelah itu kita akan memiliki kewajiban membayar tagihan rutin atau cicilan rumah tiap bulannya. Hampir semua bank yang menyediakan pembiayaan pembelian rumah KPR, salah satunya adalah KPR rumah BTN.

KPR Rumah Bersubsidi

Syarat KPR Rumah

Setiap bank yang menyediakan jasa KPR rumah memberikan beberapa syarat kepada nasabahnya yang mengajukan KPR rumah melalui bank tersebut. Pada prinsipnya syarat KPR rumah pada tiap bank sama, yaitu bank menginginkan nasabah yang memiliki kemampuan pembayaran atas KPR tersebut dan rumah yang dibeli dengan cara KPR tersebut tidak bermasalah. Oleh karena itu dalam pengajuan KPR rumah dari calon nasabah pada suatu bank akan memakan beberapa waktu untuk proses survei dan analisa kelayakan calon nasabah KPR dan rumah yang akan dibeli melalui KPR rumah tersebut.

Produk KPR rumah yang diberikan oleh tiap bank memeiliki spesifikasi berbeda-beda, ada produk KPR dari bank yang dapat digunakan oleh semua kalangan dan ada juga yang hanya bisa digunakan untuk orang-orang dengan penghasilan tertentu seperti pada produk KPR rumah bersubsidi. Sebagai contoh KPR rumah dari bank mandiri, bank mandiri sendiri memberikan syarat kepada calon nasabah KPR rumah sebai berikut :

  • Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia.
  • Umur minimal 21 tahun, pada saat kredit berakhir maksimal 55 tahun (pegawai) dan maksimal 60 tahun (profesional/wiraswasta)
  • Memiliki Pekerjaan dan Penghasilan Tetap sebagai pegawai tetap/wiraswasta/profesional dengan masa kerja/usaha minimal 1 tahun (pegawai) atau 2 tahun (profesional/wiraswasta)
  • dan syarat dokumen seperti terlihat pada gambar berikut :

Syarat KPR Rumah

KPR Rumah Bersubsidi

Pada saat ini banyak rumah KPR bersubsidi dari pemerintah, tidak semua developer menjalin hubungan dengan pemerintah, oleh karena itu tidak semua perumahan baru bersubsidi. Untuk KPR rumah bersubsidi ini tiap bank juga memberikan syarat berbeda, sebagai contoh adalah syarat kepada nasabah yang mengajukan pembiayaan rumah melalui KPR bersubsidi pada bank BTN, berikut syarat KPR bersubsidi dari bank BTN :

  • WNI dan berdomisili di Indonesia
  • Telah berusia 21 tahun atau telah menikah
  • Pemohon maupun pasangan (suami/istri) belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah
  • Gaji / penghasilan pokok tidak melebihi :
    • Rp. 4 juta untuk Rumah Sejahtera Tapak
    • Rp. 7 juta untuk Rumah Sejahtera Susun
      Atau maksimal gaji/penghasilan pokok sesuai ketentuan pemerintah
  • Memiliki masa kerja atau usaha minimal 1 tahun
  • Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai perundang-undangan yang  berlaku

Cara KPR Rumah

Cara KPR Rumah

Sebelum mengajukan KPR rumah perlu dipertimbangkan kemampuan pembayaran kita, sehingga setelah KPR rumah tersebut disetujui maka kita dapat melakukan pembayaran dengan lancar dan tidak terbebani secara berlebihan. Cara KPR rumah ada beberapa tahap, pertama kita harus memiliki kemampuan pembayaran atas KPR rumah yang kita ajukan setelah itu kita mencari rumah yang sesuai dengan keinginan kita dan sesuai dengan kemampuan pembayaran kita setelah itu kita dapat mengajukan permohonan KPR rumah pada bank yang kita inginkan.

Biaya-Biaya KPR Rumah

Untuk diketahui dalam mengajukan permohonan KPR ada beberapa biaya diluar biaya uang muka pembelian rumah KPR tersebut, berikut beberapa jenis biaya yang kita tanggung dalam pembiayaan pembelian rumah menggunakan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) :

  • Provisi
  • Administrasi
  • Premi asuransi (jiwa dan kerugian)
  • Biaya taksasi agunan
  • Biaya notaris
  • Biaya balik nama dan biaya pengikatan agunan

Suku Bunga KPR Rumah

Setiap produk KPR rumah yang dimiliki oleh bank memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dilihat dari suku bunga yang dibebankan atas KPR rumah ada 2 model suku bunga yang diterapkan oleh bank pada produk KPR rumah bank tersebut yaitu suku bunga model floating (mengikuti suku bunga BI) dan model flat seperti yang diterapkan oleh bank syariah. Dengan model floating tersebut nilai atau nominal angsuran KPR rumah kita dapat berubah sesuai suku bungan BI, sdangkan untuk model flat maka suku bunga tetap dari awal hingga akhir sehingga nilai kepastian lebih terjamin.

Untuk informasi pembelian rumah yang lain dapat dibaca artikel 5 Tips Membeli Rumah Yang Aman, semoga informasi yang diberikan dalam artikel Memahami Cara KPR Rumah ini bermanfaat bagi pembaca semua.